Giring Singgung Sirkuit Formula E, Berikut Regulasi Pembuatannya

Giring singgung sirkuit Formula E di akun Tweeter pribadinya dan mari simak video bagaimana syarat resmi pembuatannya

Giring Singgung Sirkuit Formula E, Berikut Regulasi Pembuatannya
Photo: Istimewa

TRENOTO – Giring Ganesha, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) lokasi sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara. Dan memberikan kritik langsung lewat akun Tweeter pribadinya dengan kata-kata yang cukup pedas.

"Tadi pagi sidak ke Lokasi Formula E. Ya, beginilah kiranya proyek uang rakyat 2,3 T itu. Pembangunan jalur balapan terlihat dihiasi lumpur yang 'mengisap'. Tak ada pekerja, yang ada hanya kambing yang berbaris. Miris. Kejar tayang tinggal 5 bulan lagi dengan kondisi begini?," Tweet Giring singgung sirkuit Formula E Ancol, Kamis (6/1/2022).

Ia juga menunjukannya lewat video dan dengan nada pesimis tidak yakin Formula E akan benar-benar sukses di gelar. Apalagi tak lama berselang Giring tiba-tiba kaki Giring terjebak ke dalam lumpur cukup dalam.

Gue gak yakin nih bisa kejadian pembangunan sirkuit ini. Yang kalau kejadian pasti dipaksakan. Kalau dipaksain mudah-mudahan gak malu-maluin nama baik Indonesia atau internasional," lanjutnya

Tata Cara Pembuatan Sirkuit Formula E

Tata cara pembuatan sirkuit Formula E sendiri bisa disimak langsung di akun Youtube ABB Formula E. Dari video yang telah diposting 27 September 2021 lalu, cukup runtut dijelaskan bagaimana merancang dan membangun sirkuit Formula E di jalan raya.

Dalam video disebutkan, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan study kelayakan dengan survei. Selanjutnya akan ada beberapa lokasi potensial di kota tersebut yang menjadi kandididat.

Desainer dan insinyur langsung meninjau lapangan untuk dapat menetapkan lokasi balap yang ideal. Mereka menghitung semua aspek, termasuk apa saja yang terdampak jika balapan berlangsung di lokasi tersebut.

Jika lokasi hasil studi dan desain sudah ditentukan kemudian langsung diserahkan kepada Pemerintah Kota setempat untuk persetujuan. Laporan sendiri termasuk hal-hal yang perlu segera dilakukan seperti perbaikan jalan hingga pelapisan ulang. Proses ini berlangsung kurang lebih 2 tahun hingga masuk ke dalam kalender balap.

Berbeda dengan sirkuit permanen, membuat sirkuit di jalan raya tentu memiliki banyak tantangan. Dari sisi desain tentu harus mengikuti infrastruktur jalan yang telah ada.

Sirkuit jalan raya seperti untuk Formula E ini harus benar-benar bisa mengakomodir semua syarat yang telah ditetapkan oleh FIA. Mulai dari sisi keselamatan saat berlangsungnya lomba hingga di dalamnya mencakup sisi hiburan dan kenyamanan penonton. 

Oli McCrudden, Cities Development Director-Formula E menyebutkan bahwa membuat sirkuit jalan raya tentu dibatasi oleh lingkungan yang ada. Dan itu harus diselaraskan dengan aturan yang dibuat oleh FIA terutama dalam hal keselamatan.

"Anda tentu tidak dapat memindahkan gedung di sekeliling lintasan dan untuk lebar jalan FIA menetapkan bahwa lebar lintasan sekitar 12 meter. Namun di sirkuit jalan raya tidak bisa semua sama, mungkin hanya bisa 8 meter bahkan kurang. Anda harus sering berdiskusi dengan pihak FIA guna mencari solusi, memastikan keamanan pembalap dan penonton, kita harus kreatif untuk merekayasa lintas di lokasi yang telah ditetapkan," jelas Oli McCrudden, Cities Development Director-Formula E

Informasi lebih lanjut bisa langsung di simak pada video berikut ini.

Artikel Terkait