IMI dan Ditjen Bea Cukai Mudahkan Impor Suku Cadang Mobil Balap

IMI dan Ditjen Bea dan Cukai berupaya memperlancar pengiriman komponen kendaraan roda dua dan empat untuk kebutuhan balap

IMI dan Ditjen Bea Cukai Mudahkan Impor Suku Cadang Mobil Balap
Photo: IMI

TRENOTO – Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan sepakat untuk bersinergi dengan Kementerian Perdagangan serta Kementerian Perindustrian.

Tak hanya itu, kerjasama ini juga diharapkan mampu memperlancar pasokan onderdil dan suku cadang kendaraan balap dari luar negeri.

"Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 14 tahun 1 tentang Kriteria Teknis Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru telah mengatur ketentuan masuknya berbagai suku cadang kendaraan, yang bisa digunakan para pembalap. Namun implementasinya di lapangan, saat barang masuk, seringkali  terdapat berbagai kesulitan, sehingga tidak jarang suku cadang yang sudah dibeli dari luar negeri, tidak bisa masuk ke Indonesia," ujar Bambang usai bertemu Dirjen Bea Cukai, Askolani.

Mantan Ketua DPR RI ini juga menjelaskan, setiap satu kendaraan balap, rata-rata membutuhkan 4 hingga 5 mesin cadangan. Melihat kesulitan yang terjadi, tak jarang pembalap justru menyiasatinya dengan membeli kendaraan sejenis hanya untuk mengambil mesinnya saja.

Artikel Terkait