Kronologi Unboxing Ilegal Panitia WSBK Mandalika

WSBK Mandalika menjadi perbincangan karena insiden dugaan unboxing ilegal pada logistik tim Ducati Superbike

Kronologi Unboxing Ilegal Panitia WSBK Mandalika
Photo: Antara

TRENOTO – Panitia WSBK Mandalika menjadi bahan pembicaraan banyak orang setelah tindakan unboxing ilegal pada motor Ducati. Peti yang berisi motor milik Michael Ruben Rinaldi dibongkar secara ilegal oleh pihak yang diduga panita.

Diketahui bahwa WSBK Mandalika akan berlangsung pada 19 – 21 November 2021. Jelang balapan dimulai, logistik kebutuhan balap sudah tiba di Lombok menggunakan pesawat kargo Boeing 777 Freighter.

Berdasarkan informasi yang didapat, tidak ada barang yang hilang dari aksi bongkar peti ilegal tersebut. Namun hal ini mendapat kecaman dari banyak orang.

Kronologi Unboxing Ilegal

Dikatakan bahwa seluruh kebutuhan balap tersebut datang secara bergelombang melalui jalur udara dan air. Adapun logistik tersebut datang dari Qatar dan mendapat pengawalan ketat aparat Polres Lombok Tengah.

“Logistik tiba di Lombok tadi malam dan siang ini (Selasa),” kata Happy K Harinto, Direktur Strategis dan Komunikasi MGPA seperti dikuti Antara.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa kebutuhan untuk ajang balap Asia Talent Cup dan WSBK di sirkuit Mandalika, harus melalui pemeriksaan sebelum boleh digunakan untuk balapan dan lainnya.

Pemeriksaan sendiri, barang harus dibuka oleh pemiliknya atau pihak forwarder yang mengurus impor/ekspor. Aktivitas ini harus diketahui atau memiliki izin dari Dorna selaku pemegang otoritas WSBK.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan barang yang dibawa sesuai dengan master list. Hasilnya akan dijadikan dasar pemeriksaan barang yang akan dibawa keluar dari Indonesia.

“Pemeriksaan sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan. Ini dilakukan untuk memastikan barangnya sesuai dengan jumlah dan jenis barang yang masuk,” jelasnya.

Photo : Ducati

Sayangnya pemeriksaan tidak hanya dilakukan oleh pihak yang berwenang. Namun ada oknum yang ikut memanfaatkan momen dan menyebarluaskan melalui sosial media kemudian viral.

Gambar maupun video yang viral tersebut dilengkapi dengan isi berita yang tidak sesuai dengan fakta pemeriksaan. Hal ini mendapat kecaman dari berbagai pihak termasuk pihak Ducati yang dalam hal ini bersinggungan.

Namun pihak MGPA menjelaskan sudah meminta maaf kepada pihak Dorna Sport. Lalu mereka juga telah mendiskusikan hal ini dan menawarkan diri untuk berbicara kepada pihak Ducati.

“Orang yang bersangkutan bukanlah karyawan MGPA. Gregori Lavila, Executive Director Dorna WSBK memahami yang terjadi di lapangan dan mengerti sepenuhnya hal ini akibat antusiasme yang tinggi dalam menyambut WSBK di Mandalika,” tutur Happy.

 

Artikel Terkait