Mario Aji Naik Kelas, Musim Depan Balapan di Moto3

Mario Aji yang merupakan pebalap binaan Astra Honda akan berlaga di ajang GP Moto3 2022 menggantikan Andi Gilang

Mario Aji Naik Kelas, Musim Depan Balapan di Moto3
Photo: AHM

TRENOTO – Mario Suryo Aji akan menjadi satu-satunya pebalap asal Indonesia yang berlaga di ajang Grand Prix Moto3 2022. Ia bergabung dengan Honda Team Asia (HTA) dan siap menorehkan tinta emas di kancah internasional.

Mario Aji saat ini berlaga di FIM CEV Moto3 Junior dan membela tim Astra Honda Racing Team (AHRT). Pria asal Magetan, Jawa Timur ini juga beraksi di Red Bull Rookies Cup.

Sekadar informasi, FIM CEV Moto3 merupakan kejuaraan dunia balap motor junior. Meskipun disebut sebagai kelas junior dan kelasnya berada satu level dibandingkan Moto3 di ajang MotoGP, namun statusnya tetap kelas dunia.

Ajang FIM CEV menjadi wadah untuk para pebalap muda yang ingin menyalurkan bakat. Kejuaraan ini juga diikuti pebalap dari berbagai negara dan kerap menunjukan pertarungan sengit.

Lebih jauh, FIM CEV juga menggelar balapan kelas Moto3, Moto2 seperti di ajang MotoGP. Bahkan penyelenggaranya juga masih pihak yang sama yakni Dorna.

Mario Naik Kelas Moto3 2022

Masuk di lingkungan balap yang lebih serius yakni Moto3 pada 2022, bukanlah hal yang baru. Dirinya sudah pernah merasakan ganasnya persaingan di Grand Prix Moto3 sebagai pebalap wildcard.

Ia akan berpasangan dengan pebalap asal Jepang yakni Taiyo Furusato. Dengan kemampuan yang dimiliki Mario, diharapkan bisa menorehkan prestasi di ajang Moto3 2022.

Photo : AHM

Ia memulai karir sebagai pebalap profesional pada 2016. Saat itu Mario baru berumur 17 tahun dan kerap melakukan prestasi terbaiknya.

“Sejak saya dibina Astra Honda Racing School pada umur 12 taun, mimpi tertingginya adalah membalap untuk kelas dunia. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang terlibat di dalamnya,” ucap Mario seperti siaran persnya.

Targetnya selama menjadi pebalap adalah untuk lebih cepat beradaptasi dan belajar. Hal ini guna mendapatkan performa terbaiknya di Moto3.

“Setelah Dimas Ekky, Gerry Salim, dan Andi Gilang Izdhiar, Mario menjadi pembalap keempat binaan Astra Honda Racing Team yang bisa menembus Grand Prix. Semoga mental juara Mario bisa menginspirasi pebalap muda Indonesia lainnya,” ucap Andy Wijaya, GM Marketing and Planning Analysis AHM.

Artikel Terkait