Tips Ngegas di Sirkuit ala Pebalap Yamaha Indonesia

Tips Ngegas di sirkuit yang sesuai dengan aturan keselamatan berdasarkan pengalaman pembalap Yamaha Indonesia

Tips Ngegas di Sirkuit ala Pebalap Yamaha Indonesia
Photo: istimewa

TRENOTO –  Kondisi jalan yang macet membuat sebagian pecinta otomotif memilih memacu motor sport andalan mereka di sirkuit. Pebalap Yamaha Indonesia memberikan beberapa tips ngegas di sirkuit agar terhindar dari bencana.

Memiliki perbedaan dengan jalan umum, pengendara wajib memahami teknik berkendara dan penggunaan safety gear. Pebalap Yamaha Racing Indonesia (YRI), M.Faerozi menjelaskan ada beberapa poin penting agar pengendara tak salah langkah dan mengalami kecelakaan saat berkendara.

”Memacu motor sport fairing di sirkuit memberikan sensasi tersendiri. Dan untuk dapat berkendara di lintasan sirkuit dengan maksimal, diperlukan pemahaman dan cara berkendara yang sesuai karena berbeda dengan cara berkendara di jalan raya. Hal-hal yang perlu diperhatikan pengendara diantaranya adalah persiapan fisik, safety gear dan teknik berkendara yang benar,” katanya.

Berikut tips riding motor sport fairing di sirkuit ala M.Faerozi :

1.Persiapan fisik

Kondisi fisik harus optimal karena berkendara dalam kecepatan tinggi di sirkuit memerlukan konsentrasi penuh. Hal ini juga dapat menguras tenaga.

Istirahat yang cukup sebelum berkendara agar tidak mengantuk atau lelah. Selain itu, lakukan pemanasan sebelum balapan untuk melenturkan badan.

2.Safety gear

Gunakan kelengkapan safety gear yang nyaman dan dapat memberikan perlindungan maksimal. Jangan gunakan yang longgar karena bisa mengganggu pengendara ketika memacu kendaraan di area sirkuit.

Untuk sarung tangan, gunakan yang menutupi semua bagian untuk mendukung kenyamanan saat handling dan pengereman. Begitu pula wearpack dan sepatu yang digunakan.

3.Riding posture atau posisi berkendara

Saat di trek lurus, posisi badan harus lebih menunduk dengan posisi tangan dan kaki menjepit tangki. Posisi bokong mundur ke belakang juga turut membantu memudahkan badan menunduk.

Posisi ini meminimalisir hambatan dari terpaan angin untuk mendapatkan aerodinamika yang baik sehingga saat trek lurus bisa lebih cepat.

Masuk tikungan, posisi badan harus disesuaikan, misalnya tikungan ke kanan maka posisi badan cenderung bergeser ke kanan, begitu juga sebaliknya (lean in). Posisi kaki sisi dalam tikungan agak dibuka, agar lebih kuat menahan motor dari gaya sentrifugal.

Selain itu, saat akan memasuki tikungan, posisi motor atau racing line motor ada di bagian luar atau tengah untuk menghindari tabrakan dengan pengendara lain.

3.Teknik berkendara

Lakukan pengereman ketika posisi motor lurus sebelum menikung, hindari melakukan pengereman saat posisi motor miring. Hal ini dapat membuat motor kehilangan keseimbangan dan roda mudah kehilangan grip. Lakukan pengereman terlebih dahulu, lepas rem lalu menikung.

 

Artikel Terkait