Test Ride Benelli Patagonian Eagle dan Keeway di GIIAS 2021

Mencoba dua motor Benelli di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, seberapa nyaman motor China ini

Test Ride Benelli Patagonian Eagle dan Keeway di GIIAS 2021
Photo: Pribadi
rating Trenoto:

memiliki suara khas moge dan tampilan menarik

Suspensi keras dan tarikan kurang responsif

TRENOTO – Selain menampilkan beragam jenis kendaraan, pengunjung pameran GIIAS 2021 juga bisa mencoba beberapa varian mobil dan motor secara gratis. Mencoba unit yang akan dibeli merupakan hal penting sebelum meminangnya.

Meski tak sebanyak mobil, terdapat beberapa motor yang menyita perhatian pengunjung salah satunya Benelli Patagonian Eagle 250 EFi dan Keeway V250 Fi.

Dalam kesempatan ini, TrenOto berkesempatan mencoba keduanya di area ICE BSD, Tangerang Selatan.

Patagonian Eagle 250 EFi

Memiliki mesin seperempat silinder, Patagonian Eagle 250 EFi telah menggunakan sistem injeksi. Tempat duduknya yang pendek membuat motor membuat pengendara dengan tinggi badan 168 cm tak merasa kesulitan meski bobot kendaraan cukup berat.

Dari sisi performa, motor ini tak begitu memberikan kesan positif bagi pengendaranya. Meski demikian, kecepatan yang dihasilkan masih dirasa cukup untuk menjadi moda transportasi harian di kota-kota besar seperti Jakarta.

Lintasan yang pendek membuat pengujian kendaraan tak berjalan maksimal, motor hanya bisa dipacu pada kecepatan 40 kilometer per jam. Terlalu banyak tikungan tajam juga membuat pengendara kurang nyaman.

Dari sisi kenyamanan, suspensi motor ini terasa cukup keras saaat melintasi jalan bergelombang atau polisi tidur. Meski demikian, tak ada kendala berarti yang dirasakan pengendara saat memacu kendaraan di lintasan lurus di arena tes ride.

Photo : Pribadi

Keeway V250 Fi

Khusus Keeway V250 Fi, pengendara merasa cukup nyaman meski panas di bagian kaki sangat terasa, layaknya motor bermesin V-Twin.

Dari sisi performa, motor ini menggendong mesin 250cc, V-Twin, 2 silinder SOHC yang terasa cukup nyaman dipacu pada kecepatan rendah. Tak ada kendala yang dirasakan meski kecepatan di lintasan hanya mencapai 30 sampai 40 kilometer per jam.

Menggunakan bore x stroke 49 mm x 66 mm, motor ini juga nyaman dikendarai oleh wanita dan pria dengan tinggi badan di atas 160 cm. Layaknya moge, sistem perpindahan daya motor telah menggunakan V-Belt.

Photo : Pribadi

Kesimpulan

Mencoba dua motor Benelli di segmen cruiser tak terlalu memberikan kesan mendalam. Hal ini dikarenakan kedua motor asal China yang kami gunakan tak banyak mendapatkan fitur menarik. Satu-satunya kesan mendalam yang mampu diberikan keduanya hanyalah dari sisi tampilan.

Dari sisi harga, keduanya cukup terjangkau karena dibandrol Rp40 hingga Rp50 jutaan.

Artikel Terkait